Kamis, 06 Januari 2011

folikel

1. Pengertian Folikel

Folikel adalah struktur berisi cairan yang merupakan tempat pertumbuhan sel-telur (oocyte). Bagian penutup dari folikel mengandung sel-sel yang memproduksi hormon betina (estrogen) dinamakan Estradiol 17 beta. Setelah melepaskan sel telur (ovulasi), sel-sel produsen hormon ini ganti membuat hormon penunjang implantasi dinamakan Progesteron. Struktur ini warnanya kuning dan dinamakan Corpus Luteum (Brown, 1992).
Folikel berasal dari epitel lembaga karena proses invaginasi. Dimana secara bertahap folikel akan berpisah dari epitel lembaga dan terpancang di bawah tunica albuginea di dalam lapisan parenchyma. Di sini folikel akan mengalami perubahan-perubahan untuk menjadi dewasa, ovulasi dan pembentukan corpus luteum (Frandson, 1992).

Folikel pada semua periode perkembangan dapat ditemukan pada kedua ovarium dewasa normal belum menopause. Folikel terletak di korteks ovarium dan dibagi menjadi dua berdasarkan tipe fungsinya, yaitu primordial (nongrowing) dan follikel yang tumbuh (growing). Folikel yang tumbuh dibagi menjadi 5 tingkatan yaitu primer, skunder, tertier, matur (de Graaf) dan atretik. Tiga tingkatan pertama

2. Folikel artesia
Folkel artesia adalah break-down dari folikel ovarium. Hal ini terjadi terus-menerus sepanjang hidup seorang wanita, saat ia lahir dengan sekitar 2 000 000 folikel dan hanya akan ovulasi sekitar 500 dalam hidupnya.

Sel-sel granulosa berhenti tumbuh dan melepaskan diri dari lapisan basal. oosit Die dan seluruh unit phagocytosed.

Teka internasional sel dapat bertahan dan mengeluarkan androgen, di mana mereka yang dikenal sebagai sel interstisial, yaitu aktif dari melahirkan sampai menopause.
Contribute a better translation

3. Folikel Primer
Folikel primordial mengadakan migrasi ke stroma cortex ovarium dan folikel ini dihasilkan sebanyak 200.000 buah. Sejumlah folikel primordial berupaya berkembang selama kehidupan intrauteri dan selama masa kanak-kanak, tetapi tidak satupun mencapai pemasakan. Pada waktu pubertas satu folikel dapat menyelesaikan proses pemasakan dan disebut folikel de Graaf dimana didalamnya terdapat sel kelamin yang disebut oosit primer.

4. Folikel skunder
Meiosis terjadi di dalam ovarium ketika folikel de Graaf mengalami pemasakan dan selesai sebelum terjadi ovulasi. Inti oosit atau ovum membelah sehingga kromosom terpisah dan terbentuk dua set yang masing-masing mengandung 23 kromosom. Satu set tetap lebih besar dibanding yang lain karena mengandung seluruh sitoplasma, sel ini disebut oosit sekunder. Sel yang lebih kecil disebut badan polar pertama. Kadang-kadang badan polar primer ini dapat membelah diri dan secara normal akan mengalami degenerasi.
5.Korpus luteum
adalah massa jaringan kuning di dalam ovarium yang dibentuk oleh sebuah folikel yang telah masak dan mengeluarkan ovumnya. Dalam rahim, korpus luteum akan menghasilkan hormon progesteron yang berguna untuk mengatur siklus menstruasi, mengembangkan jaringan payudara, menyiapkan rahim pada waktu kehamilan dan melindungi dari kanker endometrium pada wanita pasca menopause.
Kurpus luteum akan berhenti memproduksi hormon progesteron pada saat ovum tidak dibuahi dan berkembang menjadi korpus albikan. Pada saat ini, lapisan rahim akan meluruh keluar dari rahim.
Fungsi nya adalah pada saat oosit sekunder mencapai stadium pembentukan kumparan maka terjadilah ovulasi. Karena pengaruh LH dari hipotisis maka bekas / sisa folikel akan menjadi CORPUS LUTEUM guna memproduksi hormon estrogen.

intinya fungsi dari hormon ini adalah untuk mempertahankan korpus luteum dan mencegah menstruasi. Normalnya, menstrasi terjadi kira-kira 14 hari setelah ovulasi, pada saat sebagian besar endometrium uterus terlepas dari dinding uterus dan dikeluarkan. Bila hal ini terjadi setelah ovum diimplantasikan, kehamilan akan terhenti. Namun, dengan adanya hCG yang disekresi oleh jaringan yang baru terbentuk proses luruhnya dinding uterus dapat dicegah.
6. Korpus Rubrum
Korpus rubrum yang segera menjadi korpus luteum mengeluarkan hormon estrogen dan progesteron yang makin lama makin tinggi kadarnya. Hormon estrogen dan progesteron menyebabkan endometrimum pada fase sekresi. Korpus luteum selanjutnya akan mengalami regresi hingga pengeluaran hormon estrogen dan progesteron makin berkurang. Akibat pengeluaran estrogen dan progesteron turun, terjadi vasokonstriksi pembuluh darah darah dan segera diikuti vasodilasi. Situasi demikian menyebabkan pelepasan lapisan endometrium dalam bentuk serpihan dan perdarahan yang disebut menstruasi.
. Biasany a timbul perdarahan sedikit, yang menyebabkan bekas folikel diberi nama korpus rubrum. Umur korpus rubrum ini hanya sebentar

8. Korpus Albicans
Pada suatu fase dimana ovum tidak dibuahi oleh sperma, maka kurpus luteum akan berhenti memproduksi hormon progesteron dan berubah menjadi korpus albikan yang menghasilkan sedikit hormon diikuti meluruhnya lapisan endometrium yang telah menebal, karena hormon estrogen dan progesteron telah berhenti diproduksi.
Jika terjadi pembuahan dan kehamilan, korpus luteum tetap aktif karena hormon progesteron yang dihasilkannya berfungsi mempertahankan keseimbangan hormonal selama masa-masa awal kehamilan.
Jika tidak terjadi pembuahan, oosit sekunder akan mengalami degenerasi dalam waktu sekitar 24-48 jam pasca ovulasi.
Jika tidak terjadi pembuahan dan kehamilan, sampai dengan 9-10 hari sesudah ovulasi korpus luteum akan berdegenerasi dan mengalami fibrosis menjadi korpus albikans.
Korpus luteum lambat laun menjadi korpus albikans. Jika pembuahan terjadi, korpus luteum tetap ada, malahan menjadi lebih besar, sehingga mernpunyai diameter 2,5 cm pada kehamilan 4 bulan.
9. Ampula
Tempat terjadinya fertilisasi, saluran menuju tuba falopi untuk perkembangan zigot.
10. Infundibulum
Chalaziferous region berfungsi sebagai salah satu tempat menyimpan sperma. Yolk berada dalam infundibulum berkisar antara 15-30 menit baik untuk ayam, kalkun maupun puyuh. Perbatasan antara infundibulum dengan magnum disebut sarang spermatozoa.
11. Folikel Atretik
atresia folikuler adalah break-down dari folikel ovarium. Hal ini terjadi terus-menerus sepanjang hidup seorang wanita, saat ia lahir dengan sekitar 2 000 000 folikel dan hanya akan ovulasi sekitar 500 dalam hidupnya.

12. Gonad
Diproduksi di hipotalamus, kemudian dilepaskan, berfungsi menstimulasi hipofisis anterior untuk memproduksi dan melepaskan hormon-hormon gonadotropin (FSH / LH ).
13. Ovary
Fungsi ovarium:
- Sebagai penghasil sel telur / ovum
- Sebagai organ yang menghasilkan hormon (estrogen dan progesteron)
14. Ovum
Sel telur gamet betina yang dihasilkan dari kalenjar endoktrin.
15. Isthmus
Isthmus, merupakan bagian oviduk yang pendek. Isthmus berfungsi sebagai tempat untuk membentuk membran kerabang atau selaput telur. Telur berada di bagian isthmus antara 1-1,5 jam baik pada ayam, kalkun maupun puyuh. Isthmus memiliki karakteristik dindingnya sempit dan tipis, bagian depan yang berdekatan dengan magnum berwarna putih, sedangkan 4 cm terakhir dari isthmus mengandung banyak pembuluh darah sehingga memberikan warna merah.

16. Saluran Reproduksi Wanita
Vagina adalah kanal yang mengarahkan dari luar tubuh menuju cervix , pintu menuju uterus.
- Uterus adalah organ berotot dimana telur yang telah difertilisasi, atau embrio, mengikat diri dan berkembang. Ia berada dalam ukuran dan bentuk sebuah pir serta dilapisi membran yang kaya akan gizi, endometrium .
- Tuba fallopian menjalar dari bagian atas uterus sampai ke bawah menuju ovarium, dua organ yang berukuran seperti kacang walnut yang mengandung telur-telur.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar